Tue. Dec 6th, 2022

Jauh di mata dekat di hati. Itulah ungkapan yang pas disematkan ketika seseorang bisa berkirim kabar melalui aplikasi telekomunikasi pesan instan meski terpisah jarak dan waktu.

Bahkan seseorang juga dapat bertatap muka langsung melalui fitur video call yang memang banyak dihadirkan aplikasi pesan tersebut.

Tentu, sahabat Bonanza88 sudah mengenal aplikasi pesan instan WhatApp bukan ? Saat ini WhatApp menjadi salah satu aplikasi populer di dunia.

Saking populernya, pengguna WhatsApp sendiri berhasil menembus angka 2 miliar di seluruh dunia. Bahkan, sebuah angka yang terbilang fantastis untuk pengguna sebuah aplikasi.

Ini tak lain lantaran WhatsApp telah menyapa penggunanya lebih dari 10 tahun. Aplikasi besutan Brian Acton dan Jan Koum itu disukai karena kenyamanan dan kemudahan dalam pengunaannya. 

Ditambah, Anda tak akan menemukan iklan, permainan, dan juga gimik lainnya yang sangat konsisten sejak awal diluncurkan pada tahun 2009 hingga kini.

Menariknya, kehadiran aplikasi WhatsApp secara perlahan menggeser dominasi terdahulu, yaitu layanan pesan singkat (SMS), pesan instan Blackberry Messenger dan juga Yahoo Messenger. 

Menarik memang membahas tentang WhatsApp, namun tak ada salahnya juga sahabat Bonanza88 mengetahui kilas balik berdirinya aplikasi satu ini.

Sejarah Berdirinya WhatApp

WhatsApp didirikan tepat pada tanggal 24 Februari 2009 oleh dua orang mantan karyawan Yahoo yang mempunyai pengalaman teknis selama 20 tahun yakni Brian Acton dan juga Jan Koum.

Ini didasari keinginan besar menciptakan sebuah aplikasi telekomunikasi lantaran Jan Koum menyadari sebuah potensi besar dari industri aplikasi App Store yang saat itu memang baru berumur jagung.

Melansir Feedough, konsep awal Jan Koum sangat sederhana. Di mana, dirinya menginginkan membuat sebuah aplikasi yang bisa menunjukkan sebuah status di sebelah nama individu penggunanya.

Seperti mengutip cnn.com, Koum lantas mendiskusikan sebuah ide tersebut dengan Brian Acton untuk mendapat pencerahan wawasan dan ide lebih banyak.

Lantas, dengan modal $400.000 keduanya pun bertemu dengan Alex Fishman. Mereka sadar betapa sulitnya memuluskan ide tersebut tanpa adanya bantuan pengembang IOS. 

Fishman kemudian mengenalkan keduanya dengan pengembang IOS asal Rusia bernama Igor Solomennikov. Di awal pengembangan, WhatsApp mengalami berbagai kendala serta hampir membuat Koum putus asa. 

Bahkan, demo WhatsApp yang dibuat Koum justru mendapat tanggapan negatif dari rekan-rekan Koum. Itu lantaran WhatsApp banyak kekurangan saat itu.

Misalnya saja cepat menghabiskan daya baterai, aplikasi macet, dan banyak lagi. Namun, Brian Acton tetap memberikan dukukungan kepada Koum untuk kembali mengembangkan WhatsApp.

Dengan tekad kuat dan kerja keras, akhirnya pada 24 November 2009, aplikasi WhatsApp berhasil berkiprah iOS dengan memakai nama WhatsApp Inc.

Selepas hadir di App Store, WhatsApp kemudian digunakan di aplikasi BlackBerry Store pada Januari 2010 dan berlanjut ke Android pada bulan Agustus 2010.

WhatsApp Diakuisisi Facebook Inc 

Pada tahun 2013 saja, jumlah pengguna WhatsApp di seluruh dunia sudah mencapai sebanyak 400 juta pengguna aktif. Melihat pesatnya kemajuan WhatsApp membuat Facebook dan juga Google berebut untuk meminangnya.

Hingga pada akhirnya WhatsApp setuju dibeli oleh Facebook senilai USD 19 miliar. Ya, pada 19 Februari 2014, Facebook, Inc. berhasil mengakuisisi WhatsApp. 

Ini menjadi nilai pembelian terbesar sepanjang sejarah perihal nilai akuisisi suatu produk. Dalam akuisisi tersebut, 

Dalam akuisisi tersebut, Koum dan juga Acton selaku pendiri WhatsApp memperoleh US$12 miliar dolar berupa saham Facebook serta US$4 miliar dolar dalam bentuk tunai.

Setelah diakuisi Facebook, pada 18 Januari 2016 salah seorang pendiri WhatsApp yakni Jan Koum mengumumkan tidak akan lagi membebankan biaya berlangganan tahunan USD1 kepada pengguna.

 

Ini dilakukan WhatsApp sebagai upaya untuk menghilangkan pembatas yang dihadapi oleh pengguna tanpa kartu kredit. 

Pihaknya juga menyatakan jika aplikasi WhatsApp tak bakal menampilkan iklan pihak ketiga apapun, dan juga bahwa akan mempunyai fitur-fitur anyar semisal kemampuan untuk berkomunikasi dengan bisnis. 

Hingga saat ini, berbagai fitur yang ada pada WhatsApp telah sangat canggih. Di mana, aplikasi ini dapat dipakai untuk berbagai kebutuhan.

Misalnya saja dalam berkirim gambar, video, suara, video call, panggilan grup, dan banyak fitur menarik lainnya. Namun, sejumlah kasus penyerangan kepada WhatsApp juga kerap terjadi. 

Namun disayangkan, salah satu pendiri WhatsApp yakni Brian Acton memilih memutuskan untuk mundur pada tahun 2017. Dirinya pun memulai bisnis barunya sendiri dan juga mengembangkan Signal Foundation.

Langkah tersebut kemudian diikuti oleh Jan Koum untuk keluar dari perusahaan yang telah membesarkan namanya pada April 2018 lalu. 

Selepas ditinggalkan, posisi Jan Koum sendiri digantikan langsung oleh Chris Daniels. Di bawah kepemimpinannya, aplikasi WhatsApp kala itu sudah membatasi fitur forward pesan untuk mengurangi penyebaran berita hoax yang menyesatkan.

By miminwp